Senin, 03 Januari 2011

Lucunya Afifah... ( Siapa yang tercepat dia yang menang kan?)

Ada sesal sebenarnya ketika lebih banyak kejadian dalam hidupnya yang tidak terekam dalam bentuk tulisan, entah karena alasan apa, tapi jangan sampai deh keterusan begitu. Jadi meskipun amat sangat terlambat, saya akan mulai dari sini, saat ini juga, meskipun itu hal kecil bagi orang lain. Siapa lagi yang akan menghargai setiap moment dalam hidupnya jika bukan kita orang tuanya.
Itu juga lah yang menjadi alasan blog ini lahir, deretan alasan yang sederhana. Saya ingin memiliki rekaman atas jejak langkahnya, semoga bisa menjadi sesuatu yang berharga baginya kelak, meskipun dengan tampilan yang amat sangat apa adanya, masih jauh lah dari komplit2an dan keren2an... meskipun dengan bahasa yang juga se-ada-adanya, please buat siapa aja yg mau kritik silahkan supaya ini jadi semakin baik nantinya. Meskipun dengan isi yang juga sederhana, murni sekedar luapan isi hati seorang Ibu.
Dan inilah kisah pertama yang ingin saya bagi,
Berawal dari tawaran lomba yang saya tawarkan dan di terima Afifah dengan senang hati... Lomba Mewarnai. Yupz,,, mewarnai adalah hobinya, jadi tanpa pikir panjang persertujuannya mengalir untuk didaftarkan, sangat berbeda reaksinya ketika ditawarkan untuk mengikuti lomba Fashion Show... dengan  tegas dia menolak.
Oke, lomba pun dimulai. Dengan mengambil posisi agak jauh darinya, sesekali saya mengamati proses pengerjaan mewarnai yang dia lakukan. Dari awal sudah terlihat kepercayaan dirinya, mantep banget menggoreskan crayon,,, hhiii,, kalah-kalah deh pelukis Picasso (kayak pernah liat aja),,,hhee.
Mata saya memang tidak selalu tertuju padanya, sesekali saya menyapa teman-teman yang anaknya juga ikut dalam lomba tersebut (malu mau bilang ngerumpi,,, khas ibu-ibu banget lah,, ^_^...). Dan saya agak sedikit 'terkejut' ketika beberapa menit kemudian Afifah lapor bahwa dia sudah menyelesaikan gambarnya. What?... bukannya baru aja mulai, masih banyak anak-anak lain yang baru dapat posisi nyaman... Eh, anak Ummi udah selesai?..hheeee
Trus, saya intip deh gambarnya, ternyata memang sudah sekitar 85 persen selesai. Saya bilang gitu karena yang belum diwarnai tinggal bagian 'langit', bahasa kerennya belum di'block' (belakangan baru kami tahu kalau langit itu dibiarkan tanpa warna karena menurut dia langit itu warnanya putih,,nah lho,,,???..). Selain itu hampir semua objek yang diwarnai terkesan terburu-buru, jadi kurang 'full' kuasan crayonnya pada objek. Tapi apakah harus dikritisi?... Not me... yang saya lakukan adalah memberinya pujian karena sudah berusaha menyelesaikan gambar itu dengan sangat mandiri, sedikitpun tidak ada kontribusi saya di sana selain doa (maaf, ada aja ibu-ibu yang bisik-bisik tetangga mendikte warna apa yang harus digunakan dalam gambar anaknya,,hhee).
Afifah pun pulang dengan ekspresi bangga & terlihat sangat bahagia karena sudah jadi yang pertama...
Sesampainya di rumah, dia kemudian menanyakan pada kami kapan dia akan menerima hadiahnya, dengan polos saya jawab pengumumannya nanti malam. Pertanyaan dia yang selanjutnyalah yang kemudian membuat kami maklum kenapa dia sangat cepat menyelesaikan gambarnya tadi, anda tahu apa itu?... "Ummi, Abi, nanti aku juara I kan?... aku kan duluan selesai, seperti lomba2 itu, siapa yang duluan, dia yang menang,,,".... Hhaaaaa...^_^

Anak Anak Itu...

Ada mata-mata kecil yang menatapmu
Dan mereka memandangmu siang dan malam
Ada kuping-kuping kecil yang dengan cepat
Mendengarkan setiap kata yang kamu katakan
Ada tangan-tangan kecil yang ingin sekali
Melakukan apapun yang ingin kamu lakukan

Dan ada anak kecil yang setiap hari bermimpi
Menjadi seperti dirimu
Kamu adalah idola anak itu
Kamu orang yang paling bijaksana di antara orang bijak
Di dalam pikiran kecilnya tentang dirimu tidak pernah
muncul rasa curiga...

Ia percaya kepadamu dengan tulus
memegang semua yang kamu katakan dan lakukan
Ia akan bertindak dan berkata dengan caramu
ketika ia tumbuh seperti dirimu
Ada seorang anak dengan mata terbelalak
yang percaya bahwa kamu selalu benar
Dan matanya selalu terbuka lebar
dan ia memandang siang dan malam
Kamu menjadi seorang teladan
Setiap hari dengan semua yang kamu lakukan
Bagi anak kecil yang menunggumu
Untuk tumbuh seperti dirimu

Dan dia adalah...
Putra-putri tercintamu